Wisata Kuliner Maranggi

Amazing Purwakarta      2016-05-11

1. SATE MARANGGI, KULINER YANG WAJIB DICOBA DI PURWAKARTA / IKON KULINER KHAS PURWAKARTA / KELEZATAN SATE MARANGGI, IKON KULINER PURWAKARTA

Seperti daerah pada umumnya, Purwakarta memiliki makanan khas. Jika Sahabat berkunjung ke Purwakarta, wajib mencoba dan menyantap makanan ini.

Sudah tak asing lagi ketika ditanya apa sih kuliner khas Purwakarta, Jawa Barat ? Pasti semua orang akan menyebutkan Sate Maranggi. Makanan ini bahkan sudah menjadi ikon atau maskot untuk daerah Purwakarta sendiri.

Di pinggir jalan Cibungur, Purwakarta. Tepatnya Sate Maranggi ini berlokasi, kepulan asap dan bau harum yang sudah menjadi ciri khas di kawasan lokasi ini. Sate Maranggi ini sudah bisa dinikmati Sahabat Purwakarta sejak Pukul 10.00 WIB, jangan khawatir disini tersedia banyak tempat duduk dan ratusan karyawan yang siap melayani Sahabat dengan ramah.

Sahabat Purwakarta taukah awal nama Sate Maranggi ? Menurut Hj. Yetty sebagai pemilik rumah makan ini nama 'Maranggi' bukanlah nama yang ia cetuskan, melainkan nama itu merupakan pemberian dari seorang konsumen yang menikmati satenya tersebut. Ibu berpakaian serba ungu itu lupa tanggal persisnya, tapi saat itu sate yang ia jual belum ada nama.

"Karena belum ada nama, pernah ada konsumen bilang kalau sate saya mirip sate di Eretan, sate tanpa bumbu kacang. Dia bilang kalau ini namanya maranggi. Nah, dari situ sampai sekarang saya pakai nama itu, jadi Sate Maranggi," ceritanya.

Salah satu yang menjadi ciri khas Sate Maranggi yakni tekstur dagingnya yang empuk disajikan dengan irisan tomat, kecap dan cabe rawit hijau. Ada 3 macam daging sate yang dijual, Sate Ayam, Sate Kambing dan Sate sapi semuanya dibakar dengan bumbu rahasia Ibu Hj. Yetty.

Menurut Rabbul Khair salah satu karyawan Sate Maranggi Cibungur ini, Sate Maranggi ini akan tambah nikmat bila dinikmati bersama es kelapa muda yang segar. Bayangkan, sate yang panas, daging yang empuk menggoyang lidah dipadu kelembutan daging kelapa muda dan airnya yang segar.

Mengenai harga, Sate Maranggi Cibungur tergolong cukup murah, Sahabat cukup membayar Rp 43 ribu. "Itu sudah dapat sate 10 tusuk dan 1 gelas besar es kelapa," ujar Rabbul Khair.

Sate Maranggi Hj. Yetty ini tidak pernah sepi pengunjung, mulai dari artis, instansi pemerintahan, polisi, itu pernah makan disini. Ada cerita menarik disini yang dituturkan oleh salah satu karyawan, ketika hari biasa bahkan ada pengunjung kantoran berasal dari jakarta dengan sengaja untuk makan siang disini, bayangkan mereka hanya memiliki waktu isitrahat kurang lebih 1 jam sedangkan perjalanan dari jakarta memakan waktu yang cukup banyak, mereka cukup berani mengorbankan waktu kerjanya untuk menyantap Sate Maranggi ini.

Jadi, sudah terbayang ya bagaimana nikmatnya makan Sate Maranggi ini. Jika Sahabat berkesempatan berkunjung ke Purwakarta, tempat makan ini patut dicoba.



2. MENYAJIKAN SUSANA DESA, SATE MARANGGI ABAH USE

Bosan ngantri Sate Mranggi Cibungur? Jangan khawatir, ada banyak tempat kuliner Sate Maranggi di Purwakarta, salah satunya Warung Sate Maranggi Bah use yang berlokasi di Desa Cihuni, Pesawahan Purwakarta. Meski berlokasi di tengah desa yang cukup jauh dari jalan utama, namun pengunjungnya tak pernah sepi. Terlebih di akhir pekan, pengunjung harus rela mengantri untuk mendapatkan tempat. Itu pun masih harus rela bersabar menunggu pesanan yang hendak diantar.

Warung Sate Maranggi Bah Use berkonsepkan rumahan, dengan disuguhi pemandangan sawah yang menghijau. Tak perlu merogoh dalam- dalam untuk menikmati Sate Maranggi Bah Use. Untuk satu tusuknya dijual seharga Rp. 1600. Selain sate, warung makan ini menyediakan menu spesial lainya seperti sop iga, nila cobek, karedok dan es kelapa muda.

Setiap harinya Warung Sate Marangi Bah Use buka mulai pukul 08.00 - 20.00 WIB. "Khusus Sabtu dan Minggu kami sarankan untuk datang di atas jam 12.00 siang. Karena saat itu pembeli cukup lengang dan akan kembali padat mulai pukul 15.30 sore,” saran Bah Use.

Banyak cerita menarik dalam perjalanannya mengembangkan bisnis Warung Sate ini. ” Dulu Abah mulai berjualan Sate Maranggi ini sejak tahun 1997 dengan memikul bekeliling desa, kemudian dengan berjalanya waktu Abah mulai mengembangkan dengan membuka toko di tahun 2000. " cerita singkat perjalanan dari Abah Use di rumahnya.

Sate Maranggi Bah Use juga tak kalah rame dengan tempat maranggi lainya, tempat ini sering dikunjungi tamu - tamu penting, Sebut saja mantan Wakil Gubernur Jabar, H Dede Yusuf, tak hanya itu Bondan Winarno yang terkenal sebagai presenter Wisata Kulinernyapun turut mencicipi Sate olahan Bah Use ini. Dalam setahun sekali Abah Use selalu mendapat orderan untuk menyajikan Sate Maranggi di Mahkamah Agung Jakarta.

Yuk! Berkunjung ke Purwakarta.



3. SATE MARANGGI DAN SOP KAMBING PERTAMA DI WANAYASA

Warung Sate Maranggi H. Oking merupakan salah satu tempat favorit di daerah Wanayasa. Warung yang tak pernah sepi ini sudah dua puluh tahun berdiri menjadi warung pertama yang menjual sate dan sop kambing di Wanayasa. Berawal dari berjualan secara lesahan di teras depan rumah, kini warung berubah menjadi rumah makan yang cukup menampung tamu sekitar hampir 70 orang. Kebanyakan pelanggannya sendiri datang dari Jakarta, Bandung, Subang, dan Karawang.

Saat ini Warung Sate Maranggi H. Oking secara pengelolaan sudah diteruskan oleh anaknya yakni Ibu Enung, walaupun sudah beda tangan namun rasanya tetap sama tidak berubah dari semula. Hal ini, karena Ibu Enung tetap mempertahankan cara masaknya yang diwariskan oleh Ayahnya.

Selain Sate Kambing, Pilihan lainnya juga tersedia di warung ini diantaranya ikan bakar cobek, bakakak, serta karedok yang juga tidak kalah nikmat. Bicara harga, sangat terjangkau sekali, satu porsi sate yang terdiri dari 10 tusuk harganya hanya Rp. 25.000, sedangkan untuk sopnya satu mangkuknya harganya Rp. 20.000 rupiah plus untuk nasi per orangnya dihargai Rp. 5.000 saja.

Warung Sate H. Oking sangat direkomendasikan untuk Sahabat Purwakarta yang melintasi Wanayasa.



4. Lezatnya sate maranggi

Kini, selain dikenal sebagai daerah penghasil keramik, Plered juga menghadirkan Kampoeng Maranggi, sebuah tempat kuliner di mana kita bisa menikmati makanan khas Purwakarta, Sate Maranggi.

Tempat ini direlokasi sejak tanggal 6 April 2016. Kang Dedi Mulyadi, selaku bupati Purwakarta, merelokasi Kampoeng Maranggi di tempat yang lebih bersih di sebelah stasiun kereta api Plered, agar Sahabat Purwakarta dapat menikmati lezatnya sate Maranggi dengan suasana yang lebih nyaman.



5. Makan sate maranggi, sambil menyaksikan air Mancur Sri Baduga

Kini, selain Taman Air Mancur Sri Baduga, Situ Buleud juga menghadirkan Kampoeng Maranggi, sebuah tempat kuliner yang berkonsep foodcourt yang hanya menjual Sate Maranggi Khas Purwakarta.

Sesuai dengan namanya, di Kampoeng Maranggi ini terdapat sekitar 20 orang pedagang Sate Maranggi yang menjadi kuliner khas dari Kabupaten Purwakarta. Para pedagang ini adalah para jawara sate yang berasal dari 17 kecamatan di Kabupaten Purwakarta.

Kampoeng Maranggi ini bertujuan untuk mempermudah wisatawan atau pengunjung di seka menyaksikan Taman Air Mancur Sri Baduga. Selain itu, Keberadaan kampung maranggi ini menambah area wisata kuliner. Selain wisata kuliner di kawasan Gedung Kembar, juga di kawasan Situ Buleud.

Penasaran ingin mencobanya ? langsung saja berkunjung ke Purwakarta.

Dibaca : free hits

Purwakarta Hits

Ajarkan Pelajar Bertani, Bupati Dedi Gelar Panen Raya

Ratusan siswa dari SD, SMP dan SMA ikut serta dalam acara panen rata di Desa Warung Jeruk Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta. Keterlibatan para pelajar dalam acara ini karena area per...

Read more

Gallery Wisata